![]() |
| Perahu nelayan di Desa Saria.|| Foto: Istimewa |
Salah satu warga, Muslim, menyoroti isu penting yang luput dari perhatian para wakil rakyat, mulai dari talud penahan ombak hingga fasilitas nelayan lainnya.
"Setiap cuaca buruk melanda, kami pasti jadi sasaran hantaman ombak. Perahu nelayan hingga rumah-rumah warga di dekat pantai selalu jadi sasaran. Kami yakin keluhan ini pasti sudah di dengar oleh DPRD maupun Pemerintah (Daerah, Provinsi dan Pusat), karena sudah berulang kali disampaikan, baik melalui pemberitaan media lokal maupun TV Nasional. Tapi mereka seakan-akan buta dan tuli" cecar Muslim. Rabu (8/4/2026).
Chimen menyesalkan kerja DPRD, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) I Jailolo-Jailolo Selatan. Ia menilai para wakil rakyat di dapil I kurang maksimal dalam menyuarakan kepentingan masyarakat nelayan.
"Kita pilih kalian (DPRD dapil I) untuk menjadikan kalian sebagai wakil di lembaga legislatif. Tapi keluhan rakyat tidak di dengar, siapa lagi yang bisa kita harapkan? keluhan ini bukan pertama kali, tapi sudah berulang kali, namun tak ada respon dari mereka," kesalnya.
"Dimata orang, Desa Saria hanya dikenal sebagai desa nelayan yang memiliki hasil ikan terbesar di Halbar, namun semua itu jauh dan luput dari perhatian pemerintah. DPRD kalian bisa suarakan kepentingan kami tidak?," sambung Chimen.
Warga lainnya, Boel meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi hingga Pusat tentang nasib para nelayan di Desa Saria.
"Kami sangat minim sekali dapat perhatian pemerintah. Apa karena kami bukan basisnya di wakatu pemelihan kemarin? Kami punya kontribusi di Daerah ini, baik dari segi politik maupun ekonomi. Ini adalalah desa yang benar-benar punya potensi dan wajib mendapat perhatian dari pemerintah. Jagan hanya datang kemudian lihat-lihat dan mengumbar janji palsu," tegas Boel.
Sementara itu, Ketua DPRD Halbar, Ibnu Saud Kadim ketika dikonfirmasi enggan berkomentar lebih jauh. Ia menyarankan agar awak media mengkonfirmasi langsung ke Komisi III.
"Langsung ke Komisi III di Fahmi Albaar atau Hardi supaya dong (Mereka) tanggapi. Kalo (Kalau) saya itu akan mendorong pembangunan, hanya saja saat ini anggaran daerah minim untuk pembangunan infrastruktur," singkat Ibnu melalui pesan whatsapp. (tim/red)


