Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Begini Perkembangan Pascagempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara

Redaksi
03 April 2026
Last Updated 2026-04-03T06:45:38Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) melaporkan perkembangan pascagempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) hingga Jum'at (3/4/2026). 


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin-KK), Abdul Muhari menjelaskan, gempa yang terjadi di Kota Bitung, Sulut pada Kamis kemarin itu berkekuatan M7,6 dengan kedalaman 33 km berpusat di laut. 


Abdul mengatakan, BMKG mencatat 233 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,8. Getaran kata Abdul, dirasakan di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa serta di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan, Malut. 


"Dampak gempa di Sulawesi Utara, terdapat satu korban meninggal dunia di Kota Manado dan satu korban luka ringan di Kabupaten Minahasa. Sementara di Malut, tercatat 134 KK terdampak di Kota Ternate, 7 KK di Halmahera Tengah, 5 KK di Halmahera Barat, dan 2 KK di Halmahera Selatan. Selain itu, sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan," jelas Abdul dalam siaran pers yang diterima. Jum'at (3/4/2026). 


Kaji cepat sementara mencatat, di Provinsi Sulut, terdapat 1 unit hotel, 5 kantor, dan 1 fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak di Kota Manado. Di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, 1 kantor pemerintahan, 2 fasilitas ibadah, dan 1 akses jalan terdampak.


Lebih lanjut, di Kota Ternate dilaporkan terdapat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, 66 rusak ringan, serta 6 fasilitas ibadah terdampak. 


Di Kota Tidore Kepulauan, terdapat 25 rumah rusak ringan, 5 fasilitas ibadah, dan 1 fasilitas umum terdampak. Di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat 2 rumah rusak sedang dan 1 fasilitas pendidikan serta 1 jembatan terdampak. 


Sedangkan di Kabupaten Halmahera Tengah terdapat 2 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak sedang. Untuk di Kabupaten Halmahera Barat, terdapat 5 rumah rusak ringan. BPBD setempat tengah melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.


Menyikapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, khususnya hidrometeorologi basah. 


Warga di bantaran sungai diminta rutin memantau tinggi muka air dan memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri serta mengetahui jalur evakuasi yang aman. (rls/red

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl