SEORANG warga Desa Dagasuli, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jamalia Sebe (70 tahun) hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Di usia senja, Jamalia harus menjalani hidup seorang diri sejak ditinggal suaminya pada tahun 2019 lalu. Sebagai seorang mualaf yang menetap di desa tersebut, ia menjalani hari-harinya dengan penuh keterbatasan tanpa dukungan keluarga di sekitarnya.
Rumah yang ditempatinya saat ini jauh dari kata layak huni. Atap yang rusak membuat air hujan masuk hampir ke seluruh bagian rumah, mulai dari ruang tamu hingga kamar tidur. Kondisi ini kerap menyulitkannya untuk beristirahat, terutama saat cuaca buruk melanda.
“Kalau hujan, bocor semua dari depan sampai kamar. Saya hanya bisa bertahan di dalam,” ujar Jamalia.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Jamalia mengandalkan hasil kebun. Ia memetik sayur lalu menjualnya kepada warga sekitar. Dari penghasilan sederhana itu, ia mencukupi kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, hingga obat-obatan.
“Kalau ada sayur baru bisa dijual, dari situ saya beli makan dan obat,” katanya.
Ia mengaku pernah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah desa. Namun bantuan tersebut kini sudah tidak lagi diterimanya tanpa penjelasan yang jelas, padahal sangat dibutuhkan untuk menopang kehidupannya.
“Dulu pernah dapat BLT, tapi sekarang sudah tidak dapat lagi, saya tidak tahu sebabnya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Jamalia juga mengaku rumahnya sudah beberapa kali didatangi oleh pihak tertentu untuk didata dan difoto dengan janji akan mendapatkan bantuan perbaikan. Namun hingga kini, bantuan yang dijanjikan belum juga terealisasi.
“Rumah saya sering difoto, katanya mau dapat bantuan, tapi sampai sekarang belum ada,” keluhnya.
Dengan kondisi yang ada, Jamalia berharap ada sentuhan dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah, khususnya perbaikan rumah agar ia bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman di sisa usianya.
“Saya minta pemerintah bantu perbaiki rumah saya. Saya ini tinggal sendiri,” harapnya.
Kisah Jamalia menjadi gambaran nyata bahwa masih ada warga di pelosok daerah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal yang layak. (arp/red)


