![]() |
FN, Halbar–Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB RI, Nadhira Seha Nur meminta media berperan aktif dalam penanggulangan bencana.
"Saya minta media berikan berita yang memotivasi warga. Kita ini kan sudah tertimpa musibah, iya kan, jadi jangan dibikin pusing lagi kasihan," kata Nadhira ketika diwawancarai awak media usai rapat evaluasi penanggulangan bencana di Kantor Bupati Halmahera Barat, Maluku Utara. Selasa (20/1/2026).
Semalam kata mantan Ketum Kohati PB HMI itu bahwa, dirinya berkunjung ke salah satu Desa di Kecamatan Sahu Timur. Di situ, Nadhira meminta kepada Kepala Dinas Kominfo agar mengadakan suatu agenda yang membuat warga terhibur.
"Semalam saya ke (Desa) Gamomeng, saya minta dibikin kaya layar tancap atau dibikin nonton bareng gitu kan. Saya minta sama pak Sahmi dari Kominfo bagaimana cara supaya masyarakat bisa terhibur dan melupakan sejenak bebannya," imbuhnya.
"Kita ini harus mendengarkan aspirasi dari bawah, apa maunya masyarakat. Jangan prespektifnya pejabat, supaya tidak timbul polemik," ujarnya.
Media memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana alam. Melalui penyebaran informasi yang cepat dan akurat, media dapat membantu menyelamatkan nyawa, mengkoordinasikan bantuan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendukung pemulihan psikologis korban bencana. Berikut adalah beberapa aspek dari peran media dalam penanggulangan bencana alam:
1. Penyebaran Informasi Peringatan Dini
Salah satu peran utama media adalah menyebarkan informasi peringatan dini. Ketika potensi bencana terdeteksi, seperti badai atau tsunami, media dapat memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat. Dengan adanya peringatan dini, masyarakat memiliki waktu untuk mempersiapkan diri atau mengungsi ke tempat yang lebih aman.
2. Koordinasi Bantuan dan Donasi
Setelah bencana terjadi, media menjadi saluran penting untuk mengkoordinasikan bantuan dan donasi. Berita tentang kebutuhan mendesak di daerah terdampak bisa mendorong masyarakat dan organisasi untuk memberikan bantuan.
3. Meningkatkan Kesadaran dan Edukasi Masyarakat
Media juga berperan dalam meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat tentang risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi. Program televisi, artikel berita, dan kampanye media sosial dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang cara-cara mempersiapkan diri menghadapi bencana, seperti pentingnya memiliki kit darurat atau memahami rute evakuasi.
4. Pemantauan dan Pelaporan Situasi Terkini
Selama bencana, media berfungsi sebagai pemantau situasi yang terjadi. Melalui liputan langsung, media memberikan gambaran tentang kondisi di lapangan, membantu pihak berwenang dalam mengidentifikasi area yang paling membutuhkan bantuan. Informasi ini sangat penting untuk menentukan prioritas dalam penyaluran bantuan dan upaya penyelamatan.
5. Mengawasi dan Mengkritisi Respons Pemerintah dan Lembaga Terkait
Media juga berperan dalam mengawasi dan mengkritisi respons pemerintah dan lembaga terkait dalam penanganan bencana. Dengan melakukan investigasi dan pelaporan mendalam, media dapat mengungkap kekurangan dalam sistem respons bencana dan mendorong perbaikan kebijakan serta tindakan.
6. Mendukung Pemulihan Psikologis Korban
Media juga dapat berperan dalam mendukung pemulihan psikologis korban bencana. Dengan menyoroti kisah-kisah inspiratif dan upaya pemulihan, media dapat memberikan harapan dan semangat kepada mereka yang terdampak. Selain itu, informasi tentang layanan dukungan psikologis dan konseling juga dapat disebarluaskan melalui media.
Peran media dalam penanggulangan bencana alam sangat krusial dan multifaset. Dari penyebaran informasi peringatan dini hingga koordinasi bantuan dan edukasi masyarakat, media memiliki kemampuan untuk menyelamatkan nyawa dan membantu komunitas yang terkena dampak bencana. Dengan terus mengawasi dan melaporkan kondisi terkini, media juga dapat memastikan bahwa respons bencana dilakukan secara efektif dan efisien.
Dalam dunia yang semakin terhubung, peran media dalam penanggulangan bencana alam akan terus berkembang dan menjadi semakin penting. (riz/red)


