![]() |
| Bupati Halmahera Barat, James Uang saat diwawancarai awak media usai rapat evaluasi penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor.|| Foto: Am/Opsi.news |
FN, Halbar– Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara mulai menginventarisir rumah-rumah warga yang mengalami rusak berat akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 7 Januari 2026.
Kepada Falanusantara.id, Bupati Halbar James Uang menyampaikan Pemda akan melakukan perencanaan pembangunan barak dalam waktu dekat. Untuk sementara ini, warga yang rumahnya mengalami rusak berat akan ditampung di barak.
"Jadi, penanganan kita ini ada yang namanya skala prioritas. Misalnya di (Desa) Totala Jaya (Kecamatan Loloda), mereka (warga) tidak bisa balik ke kampung lagi. Nah kita konsepkan relokasi, tapi relokasi ini kan butuh perencanaan. Untuk itu waktu dekat kita akan buat perencanaan pembangunan barak untuk menampung mereka yang rumahnya rusak berat," tutur James usai menggelar rapat evaluasi penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor Halmahera Barat pada Selasa (20/1/2026).
Bupati dua periode ini menjelaskan, barak yang nantinya dibangun itu menggunakan anggaran bencana alam. "Kita akan inventarisir dulu berapa banyak KK (Kepala Keluarga) yang kita nginapkan di barak, (lokasi barak) dibangun di mana, berapa ukurannya sesuai dengan jumlah masyarakat yang akan kita tampung di barak. Untuk lokasi barak, nanti ditentukan oleh Camat dan Kepala Desa yang bersangkutan," jelasnya.
Setelah diinventarisir, lanjut James, pihaknya akan mengajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov Malut) dan Pemerintah Pusat (Pempus). "Nanti kita minta skema anggaran, misalnya berapa yang ditanggung Pemprov Malut, berapa yang ditanggung Pemda Halbar dan juga Pempus," ujarnya.
James mengatakan, data sementara rumah rusak akibat banjir dan tanah longsor berjumlah sekitar kurang lebih 226 rumah.
"Ada sekitar 226 rumah yang rusak. Jadi ada kategori rusak berat, rusak ringan dan bahkan ada yang (rumahnya) hanyut," ungkap mantan DPRD 4 periode itu.
Selain itu, James bilang, Pemerintah akan memberikan bantuan bagi Desa-desa muslim yang terkena dampak banjir dan tanah longsor. Desa-desa yang bakal diberi bantuan itu yakni, Desa Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, Gamlamo dan Tolufuo.
"Desa-desa muslim itu kan sebentar lagi mengahadapi bulan suci ramadhan, jadi barang-barang mereka yang hilang akibat banjir dan longsor itu akan kita beri bantuan. Sekarang kita sedang menginventarisir berapa banyak yang kita adakan untuk beri bantuan kepada mereka, karena sebentar lagi puasa, jadi paling tidak barang-barang mereka yang hilang kemarin bisa diatasi oleh pemerintah, baik itu Pemda, Pemprov maupun Pempus," tandasnya. (arp/red)


