![]() |
| Thokz (Istimewa) |
FN– Musyawarah Daerah (Musda) ke 6 KNPI Halmahera Barat resmi di helat pada Selasa (25/11/2025). Gerbang Arena terbuka untuk menjemput kepengurusan baru nantinya meriah sekaligus sunyi. Meriah karena seremonialnya dan sunyi karena representasi anak muda rasanya belum mencapai qourum. Antusiasme nya tak seberapa jika di bandingkan beberapa hari lalu di kegiatan Pekan Budaya Kota Rempah yang menghadirkan penyanyi kawakan Eckho Show yang lagi viral berkat lagu "tor monitor ketua".
Lirik lagu Eckho Show ini hampir berkolerasi dengan MUSDA KNPI, sebab ada diksi Ketua di pembukaan tadi terdapat laporan Ketua namun kondisinya tidak lagi " Gacor" karena hajatan anak muda per tiga-tahunan ini kurang mendapat antusiasme anak muda, sebab yang hadir di pembukaan acara tadi kurang dari 1 persen dari total 50 ribu jiwa anak muda Di Halmahera Barat. Hal tersebut memantik pertanyaan, apakah Ketua yang baru nantinya akan Gacor.? Entahlah!
Ada satu hal yang menarik dari sambutan Sekretaris KNPI Maluku Utara yang mewakiki Ketua KNPI. Ia berujar sekaligus memberi alarm yang tegas bahwa “ KNPI kedepan tidak bisa hanya sebagai Humas Pemda, tetapi KNPI harus menjadi mitra kritis & strategis pemerintah”.
Sebuah narasi yang menegaskan indenpensi KNPI sebagai organisasi besar anak muda yang niscaya merawat kewarasan dan menjaga daya kritis dalam mengawal agenda – agenda pemerintahan, juga sebagai sinyalemen bahwa KNPI Harus tegak berdiri di jalan juang yang lurus tanpa bisa di intervensi.
Pesan Sekretaris KNPI Prov Malut ini tak bisa hanya di pandang sebagai pesan biasa. Pesan tersebut harus di renungi, resapi dan di lakukan untuk setiap bakal calon yang nantinya terpilih sebagai ketua KNPI Halmahera Barat periode 2025-2028. KNPI Halmahera Barat tak bisa lagi berjalan landai dan lambat loading terhadap isue-isue strategis kedaerahan, serta isue-isue krusial yang terjadi di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kepentingan anak muda secara menyeluruh.
Soal kepemudaan yang kompleks, serta keberpihakan pada rakyat harus menjadi prioritas untuk di lakui kedepan. KNPI Harus inklusif dan solutif dalam menjembatani setiap tantangan anak muda. Soal lama seperti pengentasan pengangguran, partisipasi terhadap peluang kerja yang rendah, tantangan literasi maupun membuka akses UMKM dan industri kreatif sebagaimana slogan Pemuda Interpreuner.
Hal-hal tersebut dapat di lakukan jika Independensi serta kemandirian menjadi pedang yang harus di pertajam, jika tidak maka KNPI hanyalah belati yang menusuk kembali wajah pemuda.
Namun rasanya keraguan terhadap independensi KNPI sangat besar sebab wajah wajah Bakal Calon memiliki afiliasi yang kental terhadap Pemda sehingga konflik interets tak bisa terhindarkan.
Apa yang di pesan kan Sekretaris KNPI Malut dalam diksi Humas rasanya akan terjadi. Melihat profile dari Bakal Calon Ketua yang berseliweran di media sosial, hubungan simbiosisnya sangat besar. Hal ini membikin anak muda tak bisa berharap lebih kepada KNPI sebagai corong yang tegas dan motoris yang handal membawa aspirasi pemuda.
Keraguan ini Hampir pasti, tinggal menunggu waktu realisasinya. KNPI Halmahera Barat kedepan rasanya hanya sebagai batu loncatan untuk memoles citra diri untuk mengampuh kekuasaan individual supaya menjadi elit. KNPI tetap hanya menjulang ke atas dan lupa pulang ke akar rumput Pemuda...!!! Entahlah....
Jailolo, menjelang 26 November 2025.


