FN, Cilacap – Tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan dukungan bantuan operasional berupa kebutuhan dasar, logistik, dan peralatan kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap pada Minggu (16/11/2025). Bantuan yang diserahkan itu berdasarkan perintah Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos. M.M.
Selain operasi SAR, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak juga menjadi salah satu prioritas penanganan darurat bencana ini.
Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, kepada Bupati Cilacap Syamsul Amalia Rohman, dengan rincian kebutuhan dasar antara lain 200 paket sembako, 100 lembar selimut, 100 buah matras, dan 200 pax makanan siap saji.
Selain itu, diserahkan pula bantuan peralatan yaitu satu unit tenda pengungsi, 20 unit tenda keluarga, dua unit pompa alkon, dan empat unit light tower.
Demi memaksimalkan rangkaian penanganan darurat secara terpadu, Bupati Cilacap telah menetapkan status keadaan darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 30 hari, terhitung dari tanggal 14 November hingga 14 Desember 2025.
Mengingat cuaca di sekitar Cilacap, khususnya di wilayah Kecamatan Majenang dan sekitarnya diprakirakan masih berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi. Karena itu, BNPB mengimbau warga sekitar, khususnya di wilayah terdampak untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko longsor susulan atau banjir bandang. (arp/rls)


