![]() |
Dari amatan Falanusantara.id, para nelayan Desa Saria terlihat mengalami kesulitan dalam menyimpan atau memarkir perahu-perahu milik mereka lantaran tidak ada talud penahan ombak.
Mereka tak punya pilihan selain mengamankan perahu nelayan di kampung tetangga di Desa Payo.
“Perahu nelayan sudah banyak yang tenggelam, rusak juga banyak. Itu di akibatkan karena tidak ada penangkal ombak, sehingga menjadi sasaran hantaman ombak,” kata Kepala Desa (Kades) Saria, Atman Hasan.
Atman mengungkapkan bahwa, hal itu sudah terjadi berulang kali. Akibatnya, nelayan harus mengeluarkan biaya extra untuk memperbaiki perahu mereka yang rusak akibat terjangan ombak. Bahkan biaya yang dihabiskan untuk memperbaiki perahu dan mesin yang rusak mencapai jutaan rupiah.
"Perahu nelayan Saria selalu menjadi sasaran kapan saja jika terjadi pancaroba. Apalagi pada saat malam hari, para nelayan merasa kesulitan dan bingung perahu harus berlabuh dimana, tidak ada tempat parkir dan tidak ada talud penahan ombak," bebernya.
Dengan begitu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Halbar, Pemprov Malut bahkan Pemerintah Pusat agar segera memperhatikan kondisi nelayan saat ini.
"Warga setempat berharap pemerintah segera membangun talud penahan ombak serta membuat tambatan atau tempat parkir perahu mereka. Begitu juga dengan kami selaku Pemerintah Desa punya harapan yang sama," akunya.
Atman yang juga Ketua APDESI Kabupaten Halbar ini pun meminta DPRD untuk menyuarakan perihal tersebut. "Kalau talud di pantai sudah dibangun, maka perahu dan rumah warga yang berada di tepi pantai pasti aman. Ini sangat penting untuk masyarakat," harapnya.
Ia menyebutkan bahwa, sebelum terjadi abrasi pantai maupun rusaknya rumah warga. Maka, Pemerintah segera mengambil langkah cepat guna menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kerugian materil warga berada di pesisir pantai. “Kalau sudah diantisipasi dengan cepat, maka kerugian materil pun dapat diminimalisir," imbuhnya. (arp/red)


