![]() |
| Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB RI, Nadhirah Seha Nur. ||Foto: Yash/JurnaOne |
Mantan Ketum Kohati PB HMI itu menyatakan bahwa, tingkat kerusakan di Kecamatan Loloda, akibat banjir dan tanah longsor sangat parah.
"Luar biasa tingkat kerusakannya. Mulai dari gardu listrik hingga akses jalan sangat darurat. Selain itu, saya lihat ada dua jembatan (Rusak) yang pakai kayu kelapa. Jadi, itu perlu dibantu," kata Nadhira, ketika diwawancarai awak media usai rapat evaluasi penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor Halmahera Barat pada Senin (26/1/2026).
Nadhira mengatakan bahwa, Pemerintah Pusat melalui BNPB RI telah mengirim bantuan tambahan logistik dan peralatan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Halbar.
"Untuk bantuan logistik dan peralatan sudah menuju kesini lagi, mungkin hari ini atau besok (Bantuan tambahan tiba). Pokoknya ada penambahan bantuan," ungkap Nadhira.
Sebelumnya, Nadhira Seha Nur bersama Bupati Halbar, James Uang meninjau lokasi pos pengungsian masyarakat Totala Jaya yang berada di Desa Kedi, Kecamatan Loloda pada Sabtu pekan kemarin.
Mereka juga meninjau lahan yang bakal menjadi titik relokasi warga yang desanya terdampak banjir dan tanah longsor.
Kehadiran Direktur BNPB RI dan Bupati James itu di dampingi langsung oleh Kadis Pariwisata Halbar, Kepala BKAD, Kadinkes Halbar, Kadis Sosial, Kadis PUPR, Kadis DLH, para Camat serta peneliti dari Kampus Unkhair Ternate. (arp/red)


